Throwback Pixy Asian Beauty Competition 2017 and Tips



Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Pixy Cosmetic kembali menggelar acara tahunannya yaitu ‘Pixy Asian Beauty Trip’. Sebuah ajang berhadiah liburan gratis ke Jepang. Keuntungannya, acara ini diliput berbagai media. Kemudian, pemenangnya yang berhasil ke Jepang juga akan masuk ke acara televisi “Celebrity On Vacation” oleh Trans TV.  

Tertarik dengan hadiah berangkat ke Jepang, akhirnya aku mengikuti kompetisi ini. Awalnya para peserta disuruh untuk mengunggah foto dan menuliskan pendapat mengenai “ Truly Asian Beauty”. Aku memberikan foto dan pendapat terbaikku mengenai “Truly Asian Beauty”.

Begini bunyi pendapatku, Banyak orang beranggapan seseorang yang cantik harus memiliki struktur wajah dan bentuk tubuh seperti orang Barat. Ya, mata yang belo dengan double eye lid, hidung mancung, rambut blonde, dan tubuh yang tinggi. Padahal, setiap perempuan dari segala daerah memiliki kecantikan dengan khasnya tersendiri. Sama seperti kita para Asian, walaupun memiliki struktur wajah dan bentuk tubuh yang sangat berbeda dengan orang Barat, kita tetap cantik dengan cara kita sendiri. Dibandingkan itu semua, perempuan yang cantik harus memiliki rasa percaya diri, syukur, dan hati yang tulus.

https://pixyasianbeautytrip.dream.co.id/gallery/detail/1052/photo

Jujur aku tidak terlalu banyak berharap karena merasa banyak sekali perempuan yang foto-fotonya dan pendapatnya lebih baik. Tapi, siapa sangka! Ternyata aku berhasil masuk ke 50 besar!

Kemudian, masuk tahap kedua, peserta diharuskan membuat satu video make up tutorial yang menggunakan minimal satu Pixy Cosmetic. Dengan durasi 30 detik saja, video ini harus diunggah ke Instagram pribadi para peserta. Dan inilah video submission milikku :


Sekali lagi, banyak peserta yang videonya bagus-bagus dari segi pencahayaan, musik, dan juga editing. Aku kembali pasrah dan tidak berharap banyak. Namun, penilaian ternyata berkata aku lolos masuk ke 10 besar. Wow! 10 besar yang dipilih ini tidak hanya berasal dari Jakarta saja seperti aku, tapi banyak dari kota-kota lain di Indonesia.

Aku ketika buru-buru mengaplikasikan make up karena
hanya diberikan waktu 30 menit
Penjurian final berlangsung  di tanggal 16 September 2017. Tapi, para finalis sudah disuruh berkumpul pada hari Jumat di tanggal 15 September 2017 untuk Technical Meeting dan menginap. Tentu untuk mempersiapkan kompetisi final keesokan harinya dan meminimalisir adanya keterlambatan.

Sejujurnya aku tidak menyangka kalau kompetisi ini akan dihadiri oleh banyak media. Tapi, ketika hari-H berlangsung, ternyata memang banyak sekali media online, bahkan televisi yang datang untuk meliput! Banyak juga blogger-blogger yang ternyata diundang disana. Memang, acaranya sifatnya private dengan hanya mengundang media. Tetap saja, aku cukup tegang di acara final kali ini!

Penilaian final tidak hanya ditentukan dari skill make up yang dikompetisikan saat itu juga, tapi dari fashion dan isi dari jawaban yang kita lontarkan kepada juri. Ya! Kami diberikan pertanyaan oleh juri dan harus menjawabnya di saat itu juga. Lebih menegangkannya lgi, aku nomor urut pertama!


Tentu karena aku nomor urut pertama, para juri juga masih semangat. Benar saja, aku mendapatkan soal yang cukup sulit, hal ini diakui oleh teman-teman peserta lainnya. Pertanyaannya itu seputar tiga distrik fashion Jepang yang terbesar, dan aku merepresentasikan gayaku ini dengan districk fashion yang mana. (Pertanyaan lengkapnya bisa ditonton dalam video)


Untungnya, di tahun yang sama aku juga pernah ke Jepang dan secara tidak langsung aku memperhatikan gaya berbusana mereka. walaupun begitu, sejujurnya aku tidak tahu jawabanku benar atau tidak. Dengan gaya sok tenangku, aku menjawab dengan senyuman, “Gaya berbusana yang saya pakai ini menggambarkan gaya berbusana di Shibuya karena saya tidak hanya menampilkan paduan perempuan yang cantik tapi juga elegan.” (Sebenarnya aku agak lupa lengkapnya jawabanku seperti apa, tapi kira-kira seperti itu).

Setelah aku turun panggung semua orang bertepuk tangan. Teman-teman peserta lainnya salut dengan jawabanku karena mereka menganggap jawaban itu cukup sulit. Tapi aku langsung menjelaskan kalau sebenarnya aku tidak yakin dengan jawabanku sendiri... 

Setelah semua peserta maju kedepan, akhirnya pengumuman pemenang tiba juga. Singkat cerita, aku memang tidak berhasil mendapatkan juara 1,2, ataupun 3. Aku hanya berada pada peringkat keenam. Namun, aku tak bersedih hati. Aku sudah cukup senang dengan berhasil menjadi 10 besar finalis. Lagipula aku juga dapat hadiah berupa produk pixy dan voucher MAP sebesar 1 juta rupiah!

Nah, tapi ceritaku ini tidak akan selesai begitu saja tanpa tips yang akan kuberikan bagi kamu yang mau mengikuti ajang ini di tahun 2018, 2019,2020, atau seterusnya. Pada intinya, kompetisi ini mencari sesosok perempuan yang bisa mencerminkan karakter Pixy. Seperti yang kita tahu, Pixy sangat menyukai gaya makeup yang natural dan tidak tebal. Begitu juga dari pakaian, Pixy sangat menyukai gaya perempuan yang terkesan ceria, muda, dan feminim. Maka, kalo kamu tertarik mengikuti ajang ini lebih baik kamu memilih gaya make up yang simple dengan paduan warna pink yang soft disertai dengan gaya busana yang serupa. Tapi, kesiapan dalam menjawab pertanyaan juga penting, lho. Dimulai dari gesture sampai tata bahasa.

Kira-kira begitulah garis besar pengalamanku mengikuti kompetisi ini. Semoga bermanfaat dan good luck buat yang mau ikut the next Pixy Asian Beauty Competition!




Share:

0 comments